Wujudkan Masyarakat Desa Informasi

Gupon Ceguk, ikhtiar petani menangkal hama tikus

image
Gupon ceguk tengah sawah
Jurangjero - Musim panen sudah usai, pun dilanjut dengan musim tanam yang sudah dimulai di beberapa titik persawahan di desa kami. Beberapa petanai, bahkan kebanyakan sempat mengeluhkan buruknya hasil panen beberapa musim tanam dua tahun terakhir. Bagaimana tidak, sebagian besar penduduk desa kami yang menggantungkan hidupnya dari bertani mendapat ujian, pagebluk tikus. Entah karena semakin langkanya predator alami hewan pengerat ini, atau memang sudah takdir, menilik serangannya yang ujug-ujug alias mendadak.
Jika dulu di sawah sering ditemui makhluk semacam garangan, ular sawah, blacan, dan hewan-hewan musuh alami sang tikus, bisa dipastikan untuk sekedar melihatnya pun sekarang menjadi hal yang langka.
Melihat permasalahan ini, timbul ide di kalangan petani, bagaimana caranya mendatangkan kembali musuh-musuh alami keluarga mickey ini. Adalah dengan mengundang manuk ceguk alias burung hantu, dengan cara membuatkan rumah yang layak bagi hewan carnivora ini.
image
Gupon ceguk
Cara ini diadopsi dari keberhasilan beberapa desa sekitar yang cukup ampuh mendatangkan sang burung hantu ini, bahkan ada desa yang berinisiatif membudidayakan dengan mendatangkan anakan dari daerah pantura sana.
Kemudian yang tidak kalah penting adalah, jangan sampai burung ini malah menjadi mangsa pumburu jadi-jadian, manusia pembawa senapan angin perusak ekosistem. Maka dibuatlah aturan tidak tertulis, dilarang memburu sang hantu, jika anda tidak ingin dihantui petani sekitar.
Sebenarnya cara ini, menyediakan sarang saja, boleh disebut untung-untungan, kali-kali saja ada burung yang rela singgah dan menetap di rumah tengah sawah itu. Yah, namanya petani desa pas-pasan, yang kadang untuk kulakan benih dan pupuk saja masih ngutang. Jadi tidak ada salahnya kita dukung ikhtiar mereka, walau sekedar doa. (gie/jr)
Comments
0 Comments

0 comments :


Follow Us

Recommend on Google

Berita Teratas