dok.timlo.net/aditya
Kabid Sumber Daya Air DPU ESDM Klaten, Harjaka
Klaten – Pemerintah Kabupaten Klaten menggelontorkan Rp 9,8 miliar untuk rehabilitasi dan pemeliharaan irigasi pada 2015. Pasalnya, banyak saluran irigasi di Klaten yang sudah dimakan usia dan rusak karena bencana alam.
“Tahun ini pemerintah menganggarkan perbaikan saluran irigasi sebesar Rp 9,8 miliar. Dari APBD Klaten sebesar Rp 5,8 miliar, sedangkan pemerintah pusat Rp 4 miliar. Selain itu, kami juga menganggarkan rehab pintu air sebesar Rp 1 miliar yang bersumber dari APBD,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Klaten, Harjaka, Kamis (26/3).
Berdasarkan data dari Bidang SDA DPU ESDM Klaten, 77 persen dari total panjang saluran irigasi sepanjang 520 ribuan meter di Klaten dalam kondisi rusak. Sedangkan untuk pintu air irigasi, kerusakannya mencapai 60 persen dari sekitar 300 pintu air.
“Mayoritas kerusakan saluran irigasi karena sudah dimakan usia dan disebabkan bencana alam. Kalau pintu air, sebagian besar malah hilang karena dicuri orang,” papar Harjaka.
Dalam pengerjaannya nanti, lanjut dia, perbaikan akan memprioritaskan perbaikan saluran irigasi yang memiliki kerusakan paling parah dan mendesak untuk di rehab.
“Sedangkan untuk pintu air, kami memprioritaskan yang digunakan untuk mengontrol debit air di sungai-sungai utama seperti Sungai Dengkeng. Saat ini program tersebut sudah dalam proses lelang. Harapannya, pertengahan tahun ini sudah bisa dimulai,” jelasnya.
Editor : Wahyu Wibowo


0 comments :