Klaten — Tidak hanya kekurangan gizi, masalah
kelebihan gizi pada anak tanpa disadari juga memiliki potensi bahaya
bagi kesehatan. Pasalnya, kelebihan gizi memicu penyakit Diabetes
Mellitus dan Hipertensi saat si anak menginjak dewasa.
Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, 1,1 persen atau 1.002
Balita dari total 84.476 jumlah Balita di Klaten mengalami kegemukan.
Sedangkan yang kekurangan gizi berjumlah 2.890 Balita dan Balita bergizi
buruk ada 479 anak.
“Disamping penderita gizi buruk dan kurang gizi, Balita di Klaten
juga menghadapi masalah kesehatan kelebihan gizi atau kegemukan. Anak
dengan kegemukan yang disebabkan oleh kelebihan gizi ini memiliki resiko
untuk tetap gemuk atau obesitas ketika mereka dewasa. Walhasil, akan
meningkatkan risiko mereka terhadap penyakit seperi diabetes dan tekanan
darah tinggi,” ungkap Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Klaten
Sri Sundari, Rabu (25/3).
Bukan hanya berpotensi terserang Diabetes Melitus dan Hipertensi,
sambung Sri Sundari, ketika si anak kelebihan gizi tersebut menginjak
remaja, ruang geraknya akan menjadi terbatas. Hal itu juga berlaku untuk
kita yang sudah dewasa dan mengalami obesitas.
“Ada berbagai faktor penyebab balita mengalami kelebihan gizi. Misal,
pola hidup dan tidak adanya contoh perilaku makan baik dan benar dari
orang tua. Maka, kami mengimbau para orang tua untuk memasak atau
menyajikan makanan yang sehat seperti sayuran, karbohidrat dan protein
seimbang,” sambungnya.
sumber: timlo.net



0 comments :