Wujudkan Masyarakat Desa Informasi

Gagal tanam karena diserang wereng dan "mrutu", petani terpaksa tandur ulang

Jurangjero - Belum genap setahun sejak serangan hama tikus yang mengakibatkan petani di Desa Jurangjero gagal panen selama kurang lebih tiga kali masa tanam, sekarang mereka dihinggapi kekhawatiran maraknya serangan hama wereng dan "mrutu".

Hama yang menyerang padi muda dengan cara "nyesep" batang padi ini, populasinya mengalami peningkatan dibandingkan dengan musim tanam sebelumnya. Akibatnya beberapa petani mengambil inisiatif untuk melakukan penyemprotan pestisida sekali dalam seminggu.

"Enek le nyemprot seminggu pisan, yen ra ngono entek (padinya)" begitu penuturan Pak Didik, salah seorang perangkat desa di sela-sela acara jalan sehat di dukuh Bungkusan, Minggu 5 April 2015.


Dari penelusuran penulis, diketahui bahwa beberapa petani sudah mengambil langkah untuk tandur ulang, dikarenakan tandur sebelumnya yang dinilai sudah tidak dapat diselamatkan lagi karena seranan hama tersebut. Seperti yang terjadi di sawah garapan Pak Sartono, yang juga berprofesi sebagai tukang las listrik, yang dengan terpaksa mengikhlaskan jerami hijaunya "diarit" para tetangganya yang nyambi jadi peternak.


Selain ancaman wereng, mrutu dan tikus, petani disibukkan juga dengan gangguan ayam, terutama pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga, sehingga beberapa diantaranya memberi pagar tambahan dari bambu atau plastik.

Perhatian pemerintah

Berdasarkan sensus pertanian tahun 2013, lahan pertanian di Desa Jurangjero adalah kawasan pertanian yang memiliki luas lahan terbesar dengan irigasi teknis terbanyak di Kecamatan Karanganom, sehingga penyelamatan lumbung beras tingkat kecamatan ini seharusnya menjadi perhatian pihak pemerintah daerah, khususnya dinas pertanian setempat. Apalagi dengan kondisi ekonomi seperti sekarang ini, jangan sampai terjadi lagi kegagalan panen yang bisa menyebabkan kelabilam ekonomi penduduk desa, khususnya petani di Desa Jurangjero.

Merdesa!

(Gie/jr)


Comments
0 Comments

0 comments :


Follow Us

Recommend on Google

Berita Teratas