Klaten – Kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau
Car Free Day (CFD) tak hanya dilakukan di jalan raya kota besar saja.
Namun di wilayah pedesaan disambut antusias oleh warga. Seperti yang
dilakukan warga Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Klaten. Sepanjang jalan
utama Bero – Pedan, Minggu (12/4) pagi merupakan launching pertama kegiatan tersebut.
“Bero CFD hari ini merupakan yang pertama kali. Selama empat jam
sejak pukul 05.00 hingga 09.00 WIB, tiga ruas jalan penghubung Desa
Bero, Pedan, dan Mandong kami tutup sementara agar bisa digunakan warga
untuk berolahraga sekaligus refreshing,” jelas Kepala Desa (Kades) Bero, Suranto di sela kegiatan.
Menurut Suranto, ide awal Bero CFD berasal dari desakan warganya yang
selama ini harus menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer untuk
menikmati ajang serupa dipusat jalan protokol Kota Klaten.Gayung pun
bersambut. Pasalnya, gagasan CFD ternyata diapresiasi dan disetujui
Camat Trucuk Bambang Haryoko.
Selain berolahraga sekaligus refreshing, Bero CFD merupakan ajang
ekspresi untuk berkesenian bagi desa yang sebagian besar warganya
menggantungkan hidupnya dari bertani tersebut. Hal itu terlihat dengan
berdirinya sebuah mini panggung yang dilengkapi perangkat soundsystem
dan organ tunggal ditengah-tengah kerumunan para pejalan kaki.
“Ada tiga SD Negeri dan lima PAUD atau TK di desa ini yang
menyuguhkan potensinya untuk menghibur warga, seperti drumband dan
sebagainya. Selain itu, Bero CFD juga mengangkat denyut perekonomian
warga. Namun demikian, ajang ini akan kita agendakan setiap dua pekan
sekali, tergantung rembugan warga dan panitia” ujar Suranto.
Sementara, salah seorang warga setempat yang berjualan soto, Suhir
(53) mengaku kegiatan Bero CFD membuat warungnya menjadi semakin laris.
sumber: timlo.net



0 comments :